Langit nampak mendung, angin membawa serta hawa dingin di Desa Lantan, Selasa sore (09/12/2025). Siti Aisyah alias Inaq Ridho, tengah sibuk menggiling biji kopi di pelataran depan rumahnya. “saya dapat pesanan lumayan banyak” sahut Siti Aisyah sembari memasukkan biji kopi ke dalam mesin penggiling. Siti Aisyah merupakan satu dari puluhan pelaku UMKM yang menerima bantuan berupa pelatihan peningkatan skill digital dari BRI Research Institute dan Geopark Rinjani Lombok melalui skema pendanaan Kedutaan Pemerintah Inggris, Jakarta.
Siti Aisyah merupakan Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Elong Tuna yang berdiri sejak Januari 2023. Pada awal pendiriannya, KWT Elong Tuna masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dalam hal desain produk dan pemasaran. Saat itu, desain kemasan dan label produk masih dibuat oleh pihak lain, sehingga belum sepenuhnya mencerminkan identitas kelompok serta potensi produk yang dihasilkan.
Siti Aisyah mengaku, sebelum nya, untuk desain label produknya ia harus merogoh kantong tidak sedikit, akibatnya biaya untuk produksi produknya lumayan tinggi. Belum lagi waktu yang dibutuhkan agak panjang sehingga terkadang menjadi masalah untuk pelanggan. Tak jarang ia harus kehilangan pelanggan, gara-gara pesanan mereka tidak tepat waktu.

KWT Elong Tuna memproduksi berbagai produk olahan lokal, seperti kopi, keripik pisang cokelat, keripik talas, sale, serta teh cascara. Perkembangan signifikan mulai dirasakan setelah Siti Aisyah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh BRI Research Institute dan Geopark Rinjani. Pelatihan tersebut berfokus pada peningkatan keterampilan digital, khususnya penggunaan aplikasi Canva untuk desain label dan kemasan produk, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk pembuatan konten promosi, serta penggunaan aplikasi CapCut untuk mendukung kebutuhan media visual.
“Alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa mengikuti pelatihan tersebut,” ucap Siti Aisyah
Melalui pelatihan ini, Siti Aisyah berhasil merancang desain label baru secara mandiri. Perubahan desain tidak hanya meningkatkan tampilan produk, tetapi juga memperbaiki aspek legalitas usaha yang kini dicantumkan dengan jelas pada kemasan. Hal ini berdampak positif terhadap kepercayaan konsumen serta memperkuat citra produk di pasar.
Dampak nyata dari pembaruan desain dan perbaikan legalitas usaha terlihat dari peningkatan produksi dan keuntungan. Sebelum perbaikan label, jumlah produksi hanya berkisar antara 30–40 pcs. Namun, setelah penggunaan label baru, produksi meningkat hingga mencapai 100 pcs. Legalitas usaha juga mulai diurus untuk produk-produk lainnya, seperti berbagai jenis keripik.
Selain itu, KWT Elong Tuna kini telah menjalin kerja sama dengan beberapa toko ritel sebagai mitra pemasaran produk. Dari sisi manajemen internal, kelompok ini juga mengalami kemajuan melalui penerapan pencatatan keuangan secara digital yang dinilai lebih praktis, rapi, dan transparan.
Secara keseluruhan, peningkatan kapasitas digital dan inovasi kemasan menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan KWT Elong Tuna. Upaya ini tidak hanya meningkatkan nilai jual produk, tetapi juga memperkuat kemandirian dan keberlanjutan usaha kelompok wanita tani di tingkat lokal.
“Selain pendapatan meningkat, sekarang saya lebih percaya diri memasarkan produk saya ke luar,” cerita Siti Aisyah








