tebetutur.id
No Result
View All Result
Kamis, 30 April 2026
  • Login
  • Home
  • Warta
    • Sosial
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Lingkungan
  • Liputan Khusus
    • Sosial
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Lingkungan
  • Kolom
  • Infografis
  • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
Langganan
tebetutur.id
  • Home
  • Warta
    • Sosial
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Lingkungan
  • Liputan Khusus
    • Sosial
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Lingkungan
  • Kolom
  • Infografis
  • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
tebetutur.id
Home Warta

Workshop Slow Food, Geopark Rinjani Dorong Ketahanan Pangan Lokal dari Rumah Tangga

Juni 11, 2025
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Workshop Slow Food, Geopark Rinjani Dorong Ketahanan Pangan Lokal dari Rumah Tangga
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

LOMBOK – Gerakan pelestarian pangan lokal melalui konsep slow food digaungkan dalam kegiatan Talk & Workshop Slow Food yang berlangsung di kebun Permakultur, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (8/6/2025). Kegiatan Kolaborasi yang melibatkan Geopark Rinjani Lombok, Ashtari, Permaculture Lombok, Ikatan Ahli Geologi Indonesia Pengurus Daerah Nusa Tenggara Barat dan Slow Food Community Bibit Pusaka Bali.
Kegiatan ini melibatkan peserta yang berasal dari berbagai pihak antara lain pelajar, mahasiswa dan umum yang berasal dari SMK Entrepreneur Al Wasath Lombok Barat, Institut Teknologi Lombok, Komisi Irigasi Provinsi NTB. masyarakat. Indriyatno, pemilik Permaculture Lombok mendampingi para peserta untuk memahami kembali pentingnya ketahanan pangan lokal, keberlanjutan lingkungan melalui praktik langsung di kebun Permaculture, diskusi sambil menikmati olahan pangan lokal dan bagi-bagi bibit dari Bibit Pusaka Bali.

PostinganTerkait

Studi Koaksi Indonesia Ungkap Potensi Besar Green Jobs Sektor Energi Terbarukan

Raih Greend Card, Geopark Rinjani Berhasil Pertahankan Status Global Geopark

Integrasikan Pengetahuan Lokal dalam Penanganan Perubahan Iklim, IPB University Gelar Forum Internasional


“Slow food bukan sekadar cara makan, tetapi cara hidup yang mendukung pangan lokal yang baik, bersih dari bahan kimia, serta adil bagi produsen dan konsumen,” ujar Sayu Komang, Slow Food Community Bali.
Konsep slow food sendiri lahir di Italia sebagai gerakan melawan dominasi makanan cepat saji. Di Indonesia, gerakan ini berkembang dengan menekankan prinsip baik, bersih, dan adil. Kegiatan slow food community di Bali juga fokus pada pelestarian pangan melalui pelestarian benih dan budaya pangan lokal.
Peserta workshop tidak hanya dikenalkan dengan bahan pangan lokal yang ada di Lombok, tetapi juga memahami asal-usul bahan tersebut, seperti umbi-umbian yang biasa digunakan masyarakat saat bencana, keterkaitan tanaman dengan kondisi geologi dan sharing pengalaman slow food community yang sudah berkembang di Bali. Selain itu, diperkenalkan pula sistem pertanian berkelanjutan berbasis agroekologi dan permakultur.
Dari sisi geologi, Meliawati Ang dari Ikatan Ahli Geologi Pengurus Daerah Nusa Tenggara Barat menjelaskan bahwa Lombok memiliki nilai geologis luar biasa, termasuk akibat letusan Gunung Samalas pada abad ke-13 yang mengubah topografi pulau dan menciptakan sistem hutan yang kaya flora-fauna endemik sebagai bagian dari Geopark Rinjani Lombok. Selain itu, akibat letusan ini menjadikan daerah di sekitarnya menjadi subur dan memiliki kekayaan pangan lokal.
Sementara itu, praktisi kuliner Made Masak menekankan pentingnya mengangkat bahan pangan lokal yang memiliki banyak ragam dengan pendekatan kreatif. Ia telah membangun Dapur Komunitas di Bali yang fokus pada pangan berbasis rumah tangga dan memperkenalkan menu khas dengan cita rasa internasional, namun tetap berbahan dasar lokal. Selain itu, juga bisa mendukung slow travel dengan mengajak wisatawan untuk ikut aktivitas masyarakat dan menghargai budaya termasuk cita rasa makanan lokal


“Setiap rumah bisa jadi pusat produksi makanan, bagaimana membuat ide kreatif dari apa yang ada disekitar kita sehingga menjadikan menu tradisional dengan konsep rumahan” kata Made.
Para peserta diajak berbagi pengalaman yang sudah dilakukan misalnya pemanfaatan pekarangan untuk mendorong ketahanan pangan lokal dari rumah tangga. “Gerakan ini ingin mengajak lebih banyak orang untuk berbagi apa yang sudah sudah dilakukan” ujar Sayu Komang.
Dengan melibatkan berbagai kalangan, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kemandirian pangan dan kelestarian budaya termasuk makanan lokal sebagai bagian dari solusi krisis iklim dan ketahanan pangan masa depan.

Pewarta : Juraidah Dwi Anggraini

SendShareTweet

BeritaLainnya

Studi Koaksi Indonesia Ungkap Potensi Besar Green Jobs Sektor Energi Terbarukan
Lingkungan

Studi Koaksi Indonesia Ungkap Potensi Besar Green Jobs Sektor Energi Terbarukan

April 29, 2026
3.2k
Raih Greend Card, Geopark Rinjani Berhasil Pertahankan Status Global Geopark
Warta

Raih Greend Card, Geopark Rinjani Berhasil Pertahankan Status Global Geopark

April 28, 2026
3.3k
Integrasikan Pengetahuan Lokal dalam Penanganan Perubahan Iklim, IPB University Gelar Forum Internasional
Warta

Integrasikan Pengetahuan Lokal dalam Penanganan Perubahan Iklim, IPB University Gelar Forum Internasional

April 28, 2026
3.3k
Peringati HKB 2026, Geopark Rinjani Pamerkan Komik Tema Bencana
Warta

Peringati HKB 2026, Geopark Rinjani Pamerkan Komik Tema Bencana

April 27, 2026
3.3k
Persiapkan Orang Muda Masuk ke Industri Ramah Lingkungan, Seasoldier dan Koaksial Indonesia Gelar Green Jobs Fest 2026
Warta

Persiapkan Orang Muda Masuk ke Industri Ramah Lingkungan, Seasoldier dan Koaksial Indonesia Gelar Green Jobs Fest 2026

April 27, 2026
3.3k
AJI Mataram Bekali Jurnalis Kemampuan Tangkal Disinformasi
Warta

AJI Mataram Bekali Jurnalis Kemampuan Tangkal Disinformasi

April 27, 2026
3.3k

Berita Rekomendasi

Jejak Aksara Publisher: Mengukir Jejak Literasi dari Lombok Timur

Jejak Aksara Publisher: Mengukir Jejak Literasi dari Lombok Timur

Mei 14, 2025
3.3k

Instagram Is Testing Photo Albums, Because Nothing Is Sacred Anymore

Maret 7, 2025
3.3k
Raih Greend Card, Geopark Rinjani Berhasil Pertahankan Status Global Geopark

Raih Greend Card, Geopark Rinjani Berhasil Pertahankan Status Global Geopark

April 28, 2026
3.3k

Berita Popular

  • Aktivis Energi Terbarukan Indonesia Bertemu Duta Besar RI di Brasil Jelang COP30, Serukan Aksi Iklim Ambisius

    Aktivis Energi Terbarukan Indonesia Bertemu Duta Besar RI di Brasil Jelang COP30, Serukan Aksi Iklim Ambisius

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bali Blackout, Ini Tawaran Solusi Dari 350 Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Program Pemberdayaan Digital Bagi UMKM Perempuan dan Pemuda Pemerintah Inggris dan BRI Reseacrh Institute Jakarta, Resmi diluncurkan di Lombok.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Aksara Publisher: Mengukir Jejak Literasi dari Lombok Timur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kembangkan Platform Perempuan Cerdas Digital, BRI Research Institute dan Geopark Rinjani Gelar FGD di Lombok

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Warta
  • Liputan Khusus
  • Kolom
  • Infografis
  • Tentang Kami

Copyright © 2025 tebetutur.id - Made with 💛 by Erwin Pibrianto.

No Result
View All Result
  • Home
  • Warta
    • Sosial
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Lingkungan
  • Liputan Khusus
    • Sosial
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Lingkungan
  • Kolom
  • Infografis
  • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 tebetutur.id - Made with 💛 by Erwin Pibrianto.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?