tebetutur.id
No Result
View All Result
Kamis, 11 Juni 2026
  • Login
  • Home
  • Warta
    • Sosial
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Lingkungan
  • Liputan Khusus
    • Sosial
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Lingkungan
  • Kolom
  • Infografis
  • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
Langganan
tebetutur.id
  • Home
  • Warta
    • Sosial
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Lingkungan
  • Liputan Khusus
    • Sosial
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Lingkungan
  • Kolom
  • Infografis
  • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
tebetutur.id
Home Warta

Perkuat Ketahanan Masyarakat Sigi, Pemerintah Kabupaten Sigi gandeng Konsorsium KOLABORASI Luncurkan Program Adaptasi Perubahan Iklim 2026—2028 

Mei 23, 2026
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Perkuat Ketahanan Masyarakat Sigi, Pemerintah Kabupaten Sigi gandeng Konsorsium KOLABORASI Luncurkan Program Adaptasi Perubahan Iklim 2026—2028 

Foto bersama Bupati Sigi dengan pimpinan lembaga konsorsium.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Sigi– Pemerintah Kabupaten Sigi bersama Konsorsium KOLABORASI (Lingkungan Adaptif, Berketahanan, Inovatif, dan Partisipatif) yang terdiri dari Koaksi Indonesia, Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), Water Stewardship Indonesia (WSI), dan Earth Innovation Institute (EII) secara resmi meluncurkan program Adaptasi Perubahan Iklim Kabupaten Sigi 2026—2028. Peluncuran program ini dihadiri langsung oleh Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae,  dan disaksikan oleh sejumlah pihak di antaranya Aria Nagasastra, Direktur Eksekutif Koaksi Indonesia; Willy Wicaksono, Program Manager Environment & Sustainable Governance Kemitraan; dan Franky Zamzani, Direktur Adaptasi Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup yang hadir secara daring. 

PostinganTerkait

Koalisi Masyarakat Sipil Tolak Pengesahan Revisi UU Polri yang Dinilai Mengancam Agenda Reformasi Kepolisian

Masyarakat Sipil Serukan Perubahan Arah Pembangunan Negara demi Keadilan Sosial

Investigasi EJF Temukan Ratusan Awak Kapal Perikanan Indonesia Jadi Korban Eksploitasi di Industri Cumi-Cumi Global

Program Adaptasi Perubahan Iklim ini bertujuan untuk menguatkan ketahanan masyarakat di Kabupaten Sigi terutama bagi kelompok rentan dan komunitas petani melalui penerapan aksi adaptasi yang efektif yang mencakup tiga pilar utama, yakni (i) penguatan kondisi pemungkin (enabling environment) untuk mendukung implementasi kebijakan adaptasi perubahan iklim di tingkat daerah; (ii) penerapan pendekatan Water, Energi, Food (WEF) Nexus dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan kebijakan adaptasi di tingkat desa; serta (iii) pengembangan pusat pembelajaran (center of excellence) adaptasi perubahan iklim di tingkat kabupaten sebagai sarana peningkatan kapasitas, penyebarluasan pengetahuan, serta replikasi praktik baik. Program ini menargetkan lebih dari 1.500 penerima manfaat yang tersebar di enam desa, yaitu Desa Bangga, Desa Pandere, Desa Pakuli Utara, Desa Sambo, Desa Simoro, dan Desa Wisolo.

Bupati Sigi menandatangani MOU bersama Direktur Koaksial. Sumber Foto : Koaksi

Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, yang juga Ketua Umum Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), menyampaikan apresiasi kepada seluruh Konsorsium KOLABORASI yang telah memilih Sigi sebagai laboratorium nyata adaptasi iklim. “Di tengah keterbatasan fiskal daerah saat ini, program Adaptasi Perubahan Iklim menjadi oase bagi pemerintah untuk tetap mendorong kinerja dan kebijakan iklim di Kabupaten Sigi. Ini sekaligus jadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, dan mitra nasional dan internasional dapat menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat di tingkat tapak,” ujar Bupati Sigi dalam peluncuran program. 

Pada peluncuran program ini sekaligus diselenggarakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kabupaten Sigi yang ditandatangani langsung oleh Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae dengan Aria Nagasastra, Direktur Eksekutif Koaksi Indonesia sebagai lead consortium. Nota kesepahaman ini sebagai bentuk komitmen resmi semua pihak terhadap keberlangsungan program. 

Lebih lanjut, dukungan pemerintah pusat terhadap program ini datang langsung dari Kementerian Lingkungan Hidup. “Pemerintah mendorong pendekatan adaptasi iklim yang tidak hanya berbasis kebijakan nasional, tetapi berakar pada realitas dan kebutuhan masyarakat lokal. Program di Sigi ini adalah contoh bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat menghadirkan solusi yang konkret dan terukur,” kata Franky Zamzani, Direktur Adaptasi Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup, yang turut bergabung secara daring melalui Zoom. 

Sebagai lembaga yang menghubungkan pendanaan iklim internasional dengan implementasi di lapangan, Kemitraan untuk Pembaruan Tata Kelola menekankan pentingnya program ini sebagai model yang tepat sasaran. “Program Sigi ini membuktikan bahwa pendanaan iklim internasional dapat benar-benar menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan, dengan pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Willy Wicaksono, Program Manager Environment and Sustainable Governance, Kemitraan untuk Pembaruan Tata Kelola.

Bupati Sigi sedang memukul gong sebagai tanda peresmian program. Sumber Foto : Koaksi

Koaksi Indonesia selaku lead consortium menegaskan bahwa program ini lahir dari keyakinan bahwa adaptasi iklim yang efektif harus dimulai dari komunitas yang paling terdampak. “Pendekatan WEF Nexus di Sigi adalah langkah konkret untuk memastikan ketahanan air, energi, dan pangan berjalan beriringan, bukan saling mengorbankan. Ditambah adanya Forum Kemitraan Multipihak Sigi Hijau dapat menjadi pendorong kesuksesan program Adaptasi Perubahan Iklim di Sigi ini,” ujar Aria Nagasastra, Direktur Eksekutif Koaksi Indonesia.

Program yang berlangsung hingga April 2028 ini diharapkan dapat membangun fondasi kolaborasi yang solid untuk mendukung tercapainya visi Kabupaten Sigi sebagai wilayah yang tangguh dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

SendShareTweet

BeritaLainnya

Koalisi Masyarakat Sipil Tolak Pengesahan Revisi UU Polri yang Dinilai Mengancam Agenda Reformasi Kepolisian
Hukum

Koalisi Masyarakat Sipil Tolak Pengesahan Revisi UU Polri yang Dinilai Mengancam Agenda Reformasi Kepolisian

Juni 9, 2026
3.3k
Masyarakat Sipil Serukan Perubahan Arah Pembangunan Negara demi Keadilan Sosial
Warta

Masyarakat Sipil Serukan Perubahan Arah Pembangunan Negara demi Keadilan Sosial

Juni 9, 2026
3.3k
Investigasi EJF Temukan Ratusan Awak Kapal Perikanan Indonesia Jadi Korban Eksploitasi di Industri Cumi-Cumi Global
Warta

Investigasi EJF Temukan Ratusan Awak Kapal Perikanan Indonesia Jadi Korban Eksploitasi di Industri Cumi-Cumi Global

Juni 9, 2026
3.3k
Kurangi Ketimpangan Ekonomi Kestrem, 350 Indonesia Tawarkan Skema Windfall Tax
Warta

Kurangi Ketimpangan Ekonomi Kestrem, 350 Indonesia Tawarkan Skema Windfall Tax

Mei 30, 2026
3.3k
Inspiratif! Belajar dari Kesederhanaan dan Konsistensi, Pelajar Ini Lahirkan Prestasi Hingga Diapresiasi Pemda Jawa Timur dan Dapat Golden Ticket dari Rektor!
Warta

Inspiratif! Belajar dari Kesederhanaan dan Konsistensi, Pelajar Ini Lahirkan Prestasi Hingga Diapresiasi Pemda Jawa Timur dan Dapat Golden Ticket dari Rektor!

Mei 25, 2026
3.3k
AJI Mataram Gelar Diskusi Bekali Jurnalis Isu Kekerasan Seksual dalam Pemberitaan
Warta

AJI Mataram Gelar Diskusi Bekali Jurnalis Isu Kekerasan Seksual dalam Pemberitaan

Mei 24, 2026
3.3k

Berita Rekomendasi

Masyarakat Sipil Serukan Perubahan Arah Pembangunan Negara demi Keadilan Sosial

Masyarakat Sipil Serukan Perubahan Arah Pembangunan Negara demi Keadilan Sosial

Juni 9, 2026
3.3k
Investigasi EJF Temukan Ratusan Awak Kapal Perikanan Indonesia Jadi Korban Eksploitasi di Industri Cumi-Cumi Global

Investigasi EJF Temukan Ratusan Awak Kapal Perikanan Indonesia Jadi Korban Eksploitasi di Industri Cumi-Cumi Global

Juni 9, 2026
3.3k
Perkuat Ketahanan Masyarakat Sigi, Pemerintah Kabupaten Sigi gandeng Konsorsium KOLABORASI Luncurkan Program Adaptasi Perubahan Iklim 2026—2028 

Perkuat Ketahanan Masyarakat Sigi, Pemerintah Kabupaten Sigi gandeng Konsorsium KOLABORASI Luncurkan Program Adaptasi Perubahan Iklim 2026—2028 

Mei 23, 2026
3.3k

Berita Popular

  • Aktivis Energi Terbarukan Indonesia Bertemu Duta Besar RI di Brasil Jelang COP30, Serukan Aksi Iklim Ambisius

    Aktivis Energi Terbarukan Indonesia Bertemu Duta Besar RI di Brasil Jelang COP30, Serukan Aksi Iklim Ambisius

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bali Blackout, Ini Tawaran Solusi Dari 350 Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Adat Nunas Nede, Cara Warga Kesik Menjaga Air di Tengah Ancaman Krisis Iklim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Program Pemberdayaan Digital Bagi UMKM Perempuan dan Pemuda Pemerintah Inggris dan BRI Reseacrh Institute Jakarta, Resmi diluncurkan di Lombok.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Aksara Publisher: Mengukir Jejak Literasi dari Lombok Timur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Warta
  • Liputan Khusus
  • Kolom
  • Infografis
  • Tentang Kami

Copyright © 2025 tebetutur.id - Made with 💛 by Erwin Pibrianto.

No Result
View All Result
  • Home
  • Warta
    • Sosial
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Lingkungan
  • Liputan Khusus
    • Sosial
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Lingkungan
  • Kolom
  • Infografis
  • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 tebetutur.id - Made with 💛 by Erwin Pibrianto.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?